Konstruksi Rangka Baja Ringan Lebih Kokoh

Sebagai salah satu bahan bangunan, ternyata penggunaan bajaringan semakin umum ditemui di Indonesia. Ini dilakukan sejak material kayu kian mahal dan sulit ditemukan. Sebenarnya kerangka baja sudah cukup lama digunakan oleh masyarakat, baik pengembang atau per orang.
Sejak dulu penggunaan kayu sebagai rangka atap memang sangat lazim digunakan, apalagi di Indonesia yang punya berbagai jenis kayu dengan kualitas dan harga yang berbeda-beda. Tapi untuk sekarang ini material kayu sangat sulit ditemukan, ditambah dengan harganya yang semakin melambung tinggi.Hal ini membuat masyarakat yang berkeinginan membangun rumah atau gedung harus mengurungkan niatnya. Tapi untuk sekarang ini telah ada solusinya. Ada alternatif pengganti kayu yang bisa digunakan sebagai penutup atau rangka atap, salah satunya adalah baja ringan.

Menurut Yolan selaku sales promotion girl, keunggulan rangka baja ini terletak pada bentuk dan strukturnya. Selain itu, rangka baja ini juga lebih berkualitas tinggi. Tarikan atau tegangan tinggi cenderung tidak membuat material baja langsung hancur atau putus.

“Rangka baja ringan ini bisa mencegah bangunan roboh tiba-tiba. Dari segi keamanan, rangka baja sangat menguntungkan daripada kayu,” katanya kepada MedanBisnis beberapa waktu lalu saat Pameran perumahan Expo berlangung di Plaza Medan Fair.

Saat ini, lanjutnya, rangka baja ringan sudah banyak dijual di toko-toko material. Pasalnya masyarakat sudah banyak yang beralih menggunakan rangka baja ringan dibanding kayu. Soalnya bangunan baja cenderung stabil kembali setelah terjadi goncangan, seperti setelah terjadi peristiwa gempa bumi.

Namun saat membeli, sebaiknya calon konsumen memilih baja ringan yang bergaransi dan memberikan denah rumah yang akan dipasangi rangka baja. Ini perlu, sebab terdapat bagian-bagian yang harus ditentukan peletakan kolomnya. Selain itu kuda-kuda rangka baja ringan pun berbeda dengan kayu, dimana rangka baja ringan dipasang lebih rapat.

“Itu sebabnya kita menganjurkan beli di tempat resmi. Jika membelinya dari penjual resmi yang bergaransi, mereka bisa membuat desainnya,” jelasnya.

Jika dibandingkan dengan material kayu, tambahnya, rangka baja ringan ini memiliki konstruksi yang kokoh dan kuat, bisa menopang beban bangunan ataupun atap. Lagi pula, rangka atap yang terbuat dari baja ringan bisa menjadi solusi bagi rangka atap rumah biasa yang masih menggunakan kayu sebagai bahan dasarnya, karena adanya pengaruh cuaca dan rayap.

Untuk Rangka atap baja ringan akan disusun sedemikian kokohnya untuk bisa menopang beban diatasnya. Dipasang dengan sistem konstruksi baja ringan yang stabil, kokoh, dan tahan terhadap cuaca, anti rayap, dan tahan hingga puluhan tahun.

Sebagai perbandingan, jika diserang rayap maka kayu yang berkualitas baik bisa bertahan mencapai umur 10 tahun atau lebih. Sebaliknya untuk ragka baja ringan jelas bebas dari rayap, walaupun tidak dijamin terhadap korosi atau karatan.

“Sekarang ini sudah banyak bangunan yang memakai rangka baja ringan. Rumah, gedung perkantoran, ruko, semuanya hampir rata-rata sudah pakai rangka baja ringan,” ucapnya lagi.
Salah satu alasan mengapa banyak yang memilih rangka baja ringan dibanding kayu adalah karena penggunaannya lebih efisien. Dengan begitu biaya perawatannya lebih murah, dan aspek pelestarian lingkungn pun bias tercapai. Ini dikarenakan bahannya tidak merusak lingkungan.

Kata dia, pada daerah perkotaan sangat dianjurkan menggunakan rangka baja ringan, namun sangat tidak dibenarkan menggunakannya di daerah pantai karena tidak ada jaminan produk ini bebas korosi atau karatan.

Bicara soal harga, Yolan mengungkapkan bahwa ongkos yang dikeluarkan memang tidak jauh berbeda antara penggunaan bahan kayu dengan rangka baja ringan. Untuk atap yang menggunakan bahan dasar kayu, biaya yang harus dikeluarkan mencapai Rp. 6,5 juta atau lebih. Sementara jika kerangka atap tersebut dibuat dari bahan baja ringan, biaya yang dikeluarkan bisa diperkirakan mencapai Rp 6,12 juta atau lebih.

Selisihnya tidak jauh berbeda, namun ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkan untuk menjatuhkan pilihan pada rangka baja ringan. “Harga rangka baja ringan ini berkisar antara Rp 110 ribu hingga Rp 160 ribu per meter perseginya,” ujarnya.

Tapi setiap bahan konstruksi yang digunakan dalam membangun rumah, pasti mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing, baik dari kekuatannya, keindahan bentuknya, atau yang lainnya. Itu sebabnya sebelum menjatuhkan pilihan, ada baiknya mempertimbangkannya terlebih dulu.

Karena kelemahan dari rangka baja ringan ini adalah cenderung menyerap panas lebih banyak, dibandingkan dengan kayu. “Tapi dengan teknologi canggih sekarang ini, itu tidak menjadi masalah besar. Kan banyak solusinya agar panas tidak diserap terlalu banyak,” katanya di akhir wawancara. (sri mahyuni)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s